Telah ku kibarkan rindu ini diatas nestapa atas rasa sunyi ku ingin mengucapkan selamat malam karna kau telah memberikanku kesunyian malam ini
Ada banyak hal yang harus kau tau dalam memikul beban ini dan kau harus mendengarkanya

Dalam setiap bait kata kataku akan ku goreskan noda hitam agar dirimu tidak kehilangan identintasmu
Sunyimu akan menjadi ceritaku untuk hari esok dan kau akan menjadi kenangan yang akan mengajarkanku untuk selalu bersabar

Aku mulai ragu pada malam karna telah merespon sunyimu
Suara hatiku mulai memegang filsafat cinta yang telah menyatuh pada kopi yang kuberi nama sunyi

Ada kalahnya aku harus merenung kata-kata ini dengan benang pikiran,
Banyak filsofi yang di lahirkan oleh pendahulu pendahuluku namun itu semua tidak menjawab kesunyianku malam ini
Aku mulai merangkai kata-kata ini dengan ditemani dua sahabat dan satu bidadari dengan ikatan kopi

Durasi malam ini begitu sejuk hingga aku harus merenung tentang nostalgia yang kurangkai sediri
Tak ada lagi ranting yang dapat menyatukan kesunyian ini dikalah perasaan tidak bisa bersahabat dengan jiwa

Entah kemana kata ini harus berpegang adakah kenangan yang mampu menjawab semua ini
Atau adakah kalimat yang bisa aku jadikan rantai ***

Penulis: Benedict J. Agapa [Pemuda West Papua]